Matematika
Selamat pagi, apa kabar Ayah/Bunda? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Mohon bimbingan Ayah/Bunda untuk terus mendampingi Ananda dalam melakukan aktivitas pembelajaran di rumah. Ayah/Bunda yang hebat-hebat tetap semangat mendampingi putra putrinya di rumah, kita sama-sama berjuang untuk dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak kita tercinta.
Ayah/Bunda jangan lupa untuk mengingatkan Ananda untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan setiap aktivitas sehari-hari dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah agar terhindar dari penyebaran virus COVID- 19 dan wabah demam berdarah. Terima kasih.
Ananda sudah pegang buku Matematika bukan ?
Nah sekarang silahkan ananda buka buku Matematikanya, kemudian kerjakanlah latihan halaman 5 Asyik Mencoba. Kerjakan telebih dahulu di buku tulismu ya sebelum nanti dipindah jawabanya di Edmodo !
Tema 1 ST3
SKENARIO PEMBELAJARAN
Kelas : V
Tema : 1 (Organ Gerak Hewan dan Manusia)
Sub Tema : 3 Lingkungan dan Manfaatnya)
Semester : Ganjil
Alokasi Waktu : 120 Menit
|
Kompetensi Dasar |
Materi |
|
SBDP |
Cover/Sampul Buku |
|
Bahasa Indonesia kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. dikelompokkan dalam aspek: apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana menggunakan kosakatabaku. |
Kata Tanya Kapan |
Tujuan Pembelajaran
Setelah menyimak video peserta didik dapat membuat Sampul buku dan membuat kalimat tanya dengan kata tanya
“Kapan” berdasarkan teks yang disajikan.
Alat/Media
Whatsapp group (WAG)/Zoom Meeting antara guru, orang tua, dan siswa
Orang tua/wali yang menggunakan WA bersama anak. Jika anak yang mengoperasikan WA, maka orangtua/wali wajib
mendampingi mereka
Bahan/Materi
Video dan Teks
Penilaian
(1) Keaktifan partisipasi, (2) Refleksi atas pengetahuan yang diperoleh, (3) Voice note, foto, atau video hasil kerja
KEGIATAN 1 SBdP
Apa kabar Ananda hari ini ?
Semoga sehat dan bahagia.
Ananda pastinya telah membaca teks yang dikirimkan kemarin, Cerita yang inspiratif bukan? Orang yang berkebutuhan khusus pun mampu beraktivitas layaknya orang normal. Bagaimana dengan Ananda yang memiliki anggota gerak yang sempurna? Tentunya kita harus mensyukuri karunia Tuhan dengan menjaga dan memelihara kesehatannya.
Ananda asyik sekali ya aktivitas membaca itu? Apalagi jika membaca sebuah buku secara menyeluruh. Pada saat membaca buku, sebenarnya isi dari sebuah buku sudah dapat kita terka sebelumnya dengan melihat sampul atau cover buku tersebut. Karena memang sampul atau cover buku merupakan bagian buku yang berupa gambar ilustrasi yang bisa mewakili isi buku. Untuk lebih memahami lagi ayo sekarang simak vidio pada tautan link berikut:
Sekarang giliran Ananda untuk membuat gambar pada cover atau sampul buku. Ananda dapat membuatnya seperti pada contoh video. Tugas ada di akhir video.
Kerjakan di buku gambar kalian! Setelah selesai kirim photo ke Edmodo ya
Kegiatan 2 Bahasa Indonesia
Terima kasih Ananda sudah mengirimkan tugas pertamanya,
Berbagai aktivitas dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya itu tidak terlepas dari karunia Tuhan yang memberikan kelengkapan dan kesempurnaan fungsi bagian-bagian tubuh kita. Sudahkah Ananda bersyukur atas itu semua?
Selanjutnya, Ayo simak video berikut!
Jangan lupa untuk menuliskan hal-hal penting dari video yang Ananda simak agar dapat membacanya lagi nanti.
https://www.youtube.com/watch?v=xnP18UFOya0
Sekarang bacalah teks pada lampiran dengan cermat dan teliti!
Tugas selanjutnya adalah :
Buatlah 3 kata tanya dengan kalimat tanya “Kapan” dan sertakan jawaban berdasarkan isi teks yang Ananda baca!
Kerjakan di buku tugas kalian! Setelah selesai, kirimkan poto ke Edmodo kelas.
Anak-anak hebat pembelajaran hari ini telah usai, Pelajari link bacaan berikut untuk bahan kegiatan pembelajaran besok.
https://drive.google.com/file/d/11C7-OUHKimmai6fW7tKrGduq43t4wA-7/view?usp=sharing
Baiklah, sampai jumpa pada pembelajaran berikutnya.
Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada ayah/bunda yang telah mendampingi Ananda belajar di rumah hari ini! Selalu bersyukur dan akhiri kegiatan dengan doa!
Terima kasih, sampai jumpa besok!
Lampiran Teks
Penyandang Cacat yang Sukses
Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Dia tak memiliki kedua kaki mulai dari pangkal paha. Boleh dibilang, tubuhnya hanya separuh. Sebelum menggunakan kursi roda, dia mengayunkan dua tangan guna menyeret tubuhnya untuk berjalan.
Meski tubuhnya tak sempurna, sejak kecil Sidik tidak pernah mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Dia juga tidak mau dipapah atau digendong.
“Saya tidak mau dikasihani orang. Saya ingin sukses bukan karena orang kasihan kepada saya, tetapi karena kerja keras saya,” katanya lugas.
Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tetapi tidak menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dengan bekal ijazah diplomanya, dia diterima di sebuah perusahaan kontraktor sebagai staf personalia. Tapi belum lama dia bekerja, krisis moneter tahun 1998 menghantam dan perusahaannya terpaksa tutup. Maka, dimulailah periode Sidik menjadi pengangguran. Tetapi, dia tak mau lama- lama menganggur, Sidik mulai mengikuti berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda DKI bagi penyandang cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik ialah kursus membuat kerupuk dari singkong.
Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah. Bersama istrinya, Sidik kemudian memulai usaha membuat kerupuk dari singkong.
“Dulu belum ada merek, plastik pembungkusnya masih polos.” katanya. Pada awal produksi dia memproduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran 2 ons dari bahan baku singkong sebanyak 10 kilogram.
“Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih,” katanya mengenang. Namun kini, dari hanya mengolah 10 kilogram singkong, Sidik mengolah sedikitnya 50 hingga 100 kilogram singkong setiap bulannya.
Dia juga sudah memiliki merek lengkap dengan cap di pembungkus produknya. “Saya beri nama merek Cap Gurame, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan gurame, tetapi gurame adalah singkatan dari Gurih, Renyah, Enak,” katanya tersenyum. “Kalau nanti ada uang lebih, merek ini saya mau patenkan.” tambahnya.
Beruntung, ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usaha.
“Namanya juga tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya?” Tetapi Sidik tak kehilangan akal, dia mendesain motornya agar tuas perseneling dapat dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor dengan tongkat besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tidak lupa dia juga menempelkan gerobak di sampingnya untuk mengangkut muatan.
“Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya.” ujar Sidik.
Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya. Setiap hari dia masih berkeliling ke koperasi- koperasi atau warung di seluruh pelosok Ibukota. Bahkan saat Kabari mewancarainya, dua kali telepon selularnya berbunyi dari orang yang meminta agar pasokan kerupuk “Cap Gurame” segera dikirim.
Kini, dari hasil usahanya, Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta rupiah perbulan. Meski jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar biasa. Dengan keadaan yang terbatas, dia menjadi enterpreuner sejati. Meminjam rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan dosen mata kuliah enterpreunership, bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen penduduknya menjadi enterpreuner, barulah menjadi negara makmur, maka Sidik telah memulainya bertahun-tahun lalu. Jelaslah, Indonesia membutuhkan orang-orang gigih seperti Sidik.







Ini gmn ini Woi
BalasHapus